Jenuhberita

Portal Terpercaya Dunia Gaming & Esport Indonesia

Review Project Infinity X di Redmi Note 7, Lebih Ngebut dari MIUI 12

Jenuh Berita — Meski sudah tergolong HP lawas, Redmi Note 7 nyatanya masih banyak dipakai sampai sekarang, entah sebagai HP utama atau HP cadangan. Sayangnya, dengan MIUI 12 sebagai ROM bawaan, banyak pengguna mulai merasa performanya kurang gesit lagi dipakai untuk aktivitas harian, apalagi kalau dibandingkan dengan standar HP zaman sekarang.

Nah, salah satu solusi yang belakangan cukup ramai dibahas komunitas oprek Android adalah custom ROM Project Infinity X versi 3.8 (Unofficial), yang berbasis Android 16. Mimin sendiri melihat topik custom ROM untuk HP lawas seperti ini masih sangat relevan dibahas, mengingat tidak sedikit orang yang lebih memilih memaksimalkan HP lama mereka lewat oprek software, dibanding harus buru-buru ganti HP baru. Yuk simak ulasan lengkapnya berdasarkan hasil pengujian yang beredar.

Spesifikasi Singkat ROM

Sebelum masuk ke detail performa, berikut spesifikasi singkat dari ROM yang diuji:

  • Nama ROM: Project Infinity X v3.8
  • Device: Redmi Note 7
  • Basis OS: Android 16
  • Status: Unofficial

Perlu diketahui, status "Unofficial" di sini berarti ROM ini dikembangkan oleh komunitas pihak ketiga dan belum melalui proses pengujian resmi dari developer utama Project Infinity X, sehingga tetap ada kemungkinan bug atau ketidakstabilan dibanding versi resmi (official). Buat kalian yang mau lebih jelas dan link nya bisa cek di akun youtube Udit Uchank.

Performa Harian: Jauh Lebih Ringan dari MIUI 12

Dari sisi penggunaan sehari-hari, ROM ini disebut sangat lancar untuk kebutuhan dasar seperti browsing lewat Chrome, menonton YouTube, sampai bermain Facebook dan TikTok. Performanya bahkan diklaim jauh lebih ringan dan responsif dibanding ROM bawaan MIUI 12.


Mimin sendiri merasakan langsung betapa "beratnya" MIUI versi lama kalau dipakai di HP dengan RAM terbatas. Banyak animasi dan fitur tambahan yang sebenarnya jarang dipakai, tapi tetap memakan resource RAM di background, sehingga wajar kalau HP terasa lag meski spesifikasinya sebenarnya masih cukup layak untuk penggunaan harian ringan.

Performa Gaming: Lebih Nyaman untuk Game Ukuran Sedang

Soal performa gaming, ROM ini juga diklaim jauh lebih memuaskan dan tidak mudah lag dibanding MIUI 12 bawaan pabrik, terutama saat diuji coba dengan game berukuran sedang seperti Sausage Man.

Faktor ini menurut mimin penting banget buat kamu yang punya HP "kentang" tapi masih suka main game ringan-sedang di sela waktu luang. Tidak semua orang butuh main game berat seperti Mobile Legends atau PUBG Mobile setiap hari, jadi kalau HP lawas seperti Redmi Note 7 masih bisa diandalkan untuk game-game kasual semacam ini, itu sudah jadi nilai plus tersendiri yang sayang untuk dilewatkan.

Fitur dan Keamanan Tetap Terjaga

Dari sisi fitur, ROM ini juga tidak mengorbankan hal-hal penting demi urusan performa semata. Beberapa poin yang tercatat dari hasil pengujian:

  • Sensor Fingerprint: berfungsi dengan sangat baik, tidak ada kendala berarti
  • Kustomisasi: dilengkapi menu untuk mengatur tampilan dan opsi wallpaper sesuai selera pengguna
  • Audio: sudah terintegrasi dengan Dolby Atmos bawaan, meningkatkan kualitas suara dibanding ROM standar

Dari ketiga poin di atas, menurut mimin dukungan Dolby Atmos ini jadi salah satu nilai tambah yang paling worth it, mengingat tidak semua custom ROM untuk HP lawas mau repot-repot menyertakan fitur audio premium semacam ini. Biasanya fokus utama custom ROM cuma soal ringan dan cepat saja, jadi kehadiran fitur audio tambahan ini jadi bonus yang cukup menyenangkan.

Uji Coba WhatsApp: Tetap Lancar Meski Play Integrity Gagal

Salah satu kekhawatiran umum saat ganti custom ROM adalah soal kompatibilitas aplikasi penting seperti WhatsApp. Untungnya, dari hasil pengujian selama lebih dari 10 hari pemakaian, WhatsApp tetap bisa digunakan dengan lancar untuk chat, kirim foto, telepon, hingga video call tanpa kendala berarti.


Yang menarik, WhatsApp tetap berjalan normal meskipun pengujian Play Integrity menunjukkan hasil centang merah alias gagal. Buat kamu yang belum familiar, Play Integrity adalah sistem verifikasi keamanan dari Google yang mengecek apakah sebuah perangkat masih dalam kondisi "aman" sesuai standar mereka (misalnya tidak di-root atau tidak pakai custom ROM tertentu).


Mimin merasa poin ini penting banget buat digarisbawahi, apalagi kalau kamu masih ingat pembahasan kita sebelumnya soal WhatsApp Mod yang belakangan mulai diblokir karena isu keamanan. Fakta bahwa WhatsApp resmi tetap bisa berjalan normal di custom ROM ini, meski status Play Integrity-nya gagal, jadi kabar baik tersendiri buat kamu yang khawatir aplikasi chat andalan kamu ikut bermasalah usai ganti ROM.

Saran soal Root: Jangan Buru-buru buat Pemula

Dari hasil pengujian, ROM ini dicoba dalam kondisi tanpa root. Buat pengguna awam atau baru pertama kali coba custom ROM, disarankan untuk tidak melakukan root terlebih dahulu, supaya aplikasi harian tetap berjalan lancar tanpa risiko masalah tambahan.


Mimin sangat sependapat dengan saran ini. Proses root memang membuka lebih banyak akses kustomisasi ke sistem HP, tapi juga membawa risiko tambahan, termasuk berpotensi membuat beberapa aplikasi (terutama yang berkaitan dengan keamanan seperti perbankan) menolak berjalan normal. Jadi kalau kamu masih pemula dan cuma ingin HP terasa lebih ringan untuk penggunaan sehari-hari, sebaiknya cukup pakai ROM ini tanpa root dulu.


Sementara buat kamu yang sudah cukup berpengalaman dan senang oprek lebih jauh, kabar baiknya ROM ini juga sudah mendukung pergantian kernel custom, jadi masih ada ruang eksplorasi lebih lanjut buat kamu yang ingin memaksimalkan performa HP lebih jauh lagi.

Kesimpulan

Project Infinity X v3.8 terbukti jadi salah satu pilihan custom ROM yang layak dipertimbangkan buat pemilik Redmi Note 7 yang masih pakai MIUI 12 dan ingin performa HP-nya terasa lebih kencang. Mulai dari kelancaran penggunaan harian, performa gaming yang lebih baik, fitur audio premium lewat Dolby Atmos, sampai kompatibilitas WhatsApp yang tetap terjaga meski status Play Integrity gagal, ROM ini menurut mimin cukup lengkap sebagai solusi buat kamu yang ingin "menghidupkan kembali" HP lawas tanpa harus buru-buru ganti perangkat baru.


Buat kamu yang tertarik mencoba, ingat untuk tetap ikuti saran soal root sesuai level pengalaman kamu, dan seperti biasa, selalu backup data penting sebelum memulai proses instalasi custom ROM apa pun.

Catatan: Proses pemasangan custom ROM berisiko menghilangkan garansi resmi dan berpotensi menyebabkan bootloop jika dilakukan tidak sesuai prosedur, terlebih status ROM ini masih unofficial. Pastikan mengikuti panduan instalasi dengan teliti sebelum mencoba di perangkat kamu.